Pages

Monday, May 6, 2024

Transformasi Transportasi: Kendaraan Listrik sebagai Solusi terhadap Krisis Iklim

BYD Memperluas Jejaknya di Pasar Mobil Listrik Indonesia.

Pasar mobil listrik semakin meriah di Indonesia dengan kedatangan produsen mobil asal China, BYD (atau Build Your Dreams). BYD baru-baru ini memperkenalkan tiga produk terbarunya secara bersamaan yaitu BYD SEAL, BYD Atto 3, dan BYD Dolphin.

Kehadiran ketiga model mobil listrik ini akan membuka pintu bagi BYD untuk berkontribusi dalam industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia, sekaligus sebagai jawaban akan tantangan Pemanasan Global yang terjadi.

BYD Group berhasil menjual total 1,8 juta unit mobil listrik sepanjang tahun 2022. Mayoritas dari penjualan ini adalah mobil penumpang, mencapai angka 1,79 juta unit, yang termasuk di dalamnya adalah kendaraan sport dan kendaraan serbaguna. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 151,83% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, penjualan mobil listrik BYD jenis kendaraan komersial mengalami penurunan sebesar 26% secara tahunan, dengan total 5,83 ribu unit terjual pada tahun 2022. Namun, jika dilihat dari trennya, penjualan mobil listrik BYD jenis mobil penumpang cenderung meningkat selama empat tahun terakhir, mencapai puncak tertinggi pada tahun 2022.

Sementara itu, penjualan mobil listrik BYD jenis kendaraan komersial cenderung menurun dalam periode yang sama. Meskipun mencatatkan penjualan tertinggi pada tahun 2021, angka penjualan jenis ini menurun pada tahun 2022.

Dengan tren yang menjanjikan dan kehadiran baru BYD di Indonesia, pasar mobil listrik di tanah air dapat mengalami perkembangan yang signifikan dalam waktu yang akan datang. Hal ini juga dapat menjadi dorongan positif bagi penetrasi mobil listrik di Indonesia, sejalan dengan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan.


BYD Menguat sebagai Pemain Utama di Pasar Mobil Listrik Global.

Bagaimana di tahun 2023?.

BYD, menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil menjual sebanyak 3,02 juta unit mobil listrik sepanjang tahun 2023. Jumlah ini menandai peningkatan mencolok sebesar 61,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari total penjualan tersebut, sekitar 1,4 juta unit merupakan mobil listrik jenis plug-in hybrid (PHEV), sementara sisanya adalah battery electric vehicle (BEV) alias mobil listrik murni.

Keberhasilan ini menempatkan BYD di jalur untuk melampaui Tesla sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik global. Hal ini juga memperkuat dominasi China dalam industri otomotif global, menghadapi pesaing tradisional seperti Toyota asal Jepang, Volkswagen asal Jerman, dan General Motors asal Amerika Serikat.

Lanskap kompetitif industri otomotif telah berubah. Ini bukan lagi soal ukuran dan warisan perusahaan otomotif, tetapi tentang kecepatan mereka dalam berinovasi dan melakukan iterasi. BYD telah melakukan persiapan sejak lama agar dapat melakukan hal ini lebih cepat dari perkiraan siapa pun.

Perusahaan mobil China, termasuk BYD dan SAIC Motor Corp, telah membuat terobosan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. China berhasil melampaui AS, Korea Selatan, dan Jerman dalam ekspor mobil, bahkan menyaingi Jepang dalam memimpin ekspor mobil penumpang secara global. Sekitar 1,3 juta dari 3,6 juta kendaraan yang dikirim dari China daratan pada Oktober 2023 adalah mobil listrik.

Dinamika persaingan antara Tesla dan BYD pun mulai bergeser. Elon Musk, CEO Tesla, sebelumnya menyatakan bahwa sedikit konsumen yang mampu membeli mobil listrik karena suku bunga yang tinggi. Namun, BYD menawarkan banyak model dengan volume yang lebih tinggi dan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Tesla Model 3 di China.

Para analis memperkirakan bahwa Tesla akan mengakhiri tahun 2023 dengan mengirimkan sekitar 1,82 juta unit mobil, jumlah yang lebih rendah dari target perusahaan sebesar dua juta unit. Hal ini menandakan bahwa keberhasilan BYD dalam mengukuhkan posisinya di pasar mobil listrik global semakin terlihat jelas.



Kendaraan Listrik dan Perlawanan Melawan Pemanasan Global: Persyaratan dan Tantangan.

Penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle atau EV) telah menjadi sorotan dalam upaya mengurangi dampak pemanasan global. Studi tersebut menyebutkan bahwa target Intergovernmental Panel on Climate Change (atau IPCC) untuk membatasi peningkatan suhu global hingga 1,5°C dari masa pra-industri akan terlampaui setidaknya 75 persen pada 2050.

Studi ini menyimpulkan bahwa selain mengubah kendaraan bermesin bakar menjadi listrik, masih diperlukan upaya tambahan. Data open-source digunakan untuk memodelkan emisi dari industri mobil saat ini. Kesimpulannya adalah bahwa perubahan ini harus didukung oleh peningkatan energi terbarukan di jaringan listrik dan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dalam rantai pasokan manufaktur.

Menariknya, studi tersebut juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan kebersihan jaringan listrik dalam upaya elektrifikasi transportasi. Sebagai contoh, China telah menetapkan target untuk memiliki 20 persen kendaraan listrik pada tahun 2025, namun masih sangat bergantung pada batu bara dalam jaringan listriknya.

Transformasi transportasi yang agresif dapat mengurangi emisi gas rumah kaca global dari sektor transportasi sekitar 80 hingga 90 persen pada tahun 2050. Namun, tantangan yang lebih besar adalah mengubah kendaraan berbahan bakar fosil besar seperti truk, kapal, dan pesawat menjadi berbahan bakar listrik.

Saat ini, bioenergi dan bahan bakar sintetis menjadi fokus penelitian sebagai pengganti bahan bakar fosil untuk kendaraan besar ini. Namun, masih diperlukan kemajuan substansial dalam teknologi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar karbon rendah atau nol yang ekonomis.

Selain solusi teknologi, perubahan perilaku dan sistemik juga diperlukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Meskipun telah ada kemajuan dalam hal ini, tetapi tantangan yang ada menunjukkan bahwa kita masih memiliki perjalanan panjang dalam melawan pemanasan global.


Sumber :

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2024/01/20/resmi-mengaspal-di-ri-bagaimana-tren-penjualan-mobil-listrik-byd-secara-global

https://www.gaikindo.or.id/byd-menjual-mobil-listrik-global-302-juta-unit-2023-lampaui-tesla/

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20230608194311-199-959528/studi-ungkap-syarat-mobil-listrik-bisa-hambat-laju-pemanasan-global.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/12/10/120100715/byd-ungkap-misinya-di-tatanan-otomotif-global

No comments:

Post a Comment