Pages

Monday, August 30, 2021

Sampo dengan Kemasan Pakai Ulang

Kurangi Sampah Plastik, Kini Ada Sampo dengan Kemasan Pakai Ulang

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:49 WIB


Demi membantu upaya pemerintah mengurangi sampah plastik, kini konsumen bisa melakukan tindakan salah satunya dengan membeli paket sampo yang menawarkan kemasan dengan sistem pakai ulang.

Inisiatif ini dijalankan oleh Koinpack, yakni perusahaan yang berfokus pada pengembangan dan produksi kemasan plastik kali ini bekerja sama dengan Procter & Gamble dalam menjalankan uji coba untuk Pantene dengan kemasan botol sampo yang dapat di pakai secara berulang.

Botol dengan sistempakai ulang tersebut kini sudah tersedia di warung-warung, Bank Sampah di Jakarta, botol tersebut juga dapat ditemukan di distributor.

Untuk memastikan bahwa botol pakai ulang tersebut oleh para konsumen dan tetap beredar, Koinpack memastikan bahwa para pemilik toko hanya cukup memindai botol dengan kode QR khusus. Nantinya, Koinpack secara berkala akan mengambil botol dari setiap titik penjualan, membersihkan dan mendistribusikan botol tersebut untuk dipakai ulang.

Para pelanggan juga dianjurkan untuk mengembalikan botol dan akan mendapatkan diskon untuk pembelian

produk selanjutnya. Adapun setiap botol sampo yang dikembalikan setara dengan 14 sachet sampo sekali pakai yang biasanya berpotensi hanya menjadi sampah di lautan.

Uji penggunaan kemasan botol pakai ulang yang dimulai awal tahun ini pun sukses. Para konsumen lebih memilih untuk membeli kemasan botol dengan sistem kemasan pakai ulang ketimbang sampo dengan kemasan sachet.

Para pemilik usaha juga tidak terkendala saat melakukan langkah pemindaian kode QR, dimana langkah tersebut dibutuhkan untuk keperluan pengembalian botol. Adapun setelah botol kemasan pakai ulang terkumpul dan dibersihkan, botol akan kembali diisi dengan produk dan dijual kembali kepada para pemilik usaha.

Sistem ini dinilai efektif untuk para pemilik usaha dan konsumen, baik dari segi biaya maupun keuntungan. Konsumen juga menghemat Rp1250 untuk pembelian produk selanjutnya karena telah mengembalikan botol yang sudah digunakan.

“Setiap konsumen yang melakukan pengembalian botol, sudah dapat dipastikan mereka telah melakukan penghematan dari segi harga. Mereka juga senang karena dapat mengontrol pengeluaran untuk produk yang mereka biasa beli dan tentunya mendapatkan kemudahan karena kemasan botol yang tidak mudah tumpah seperti sachet” ujar Bintang, selaku Direktur Bisnis Koinpack dalam keterangannya.

Para pemilik usaha memberikan tanggapan positif mengenai inisiatif yang telah dilakukan. Mengurangi plastik sekali pakai dengan cara yang ekonomis adalah faktor pendorong utama untuk membeli botol yang dapat diisi ulang.

“Dengan sistem yang inovatif ini saya bisa mendapatkan penghasilan sekaligus berperan dalam mengurangi sampah plastik,“ ujar Susi, Ketua Bank Sampah.

Ella, sebagai salah satu pemilik Warung juga memberikan tanggapan “Skema insentif Koinpack membuat pelanggan setia ke Warung saya“.


Sumber :

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1400283-kurangi-sampah-plastik-kini-ada-sampo-dengan-kemasan-pakai-ulang?page=all&utm_medium=all-page

Tiga Strategi Besar Ekonomi Indonesia

Jokowi Beberkan Tiga Strategi Besar Ekonomi ke Ekonom

Kamis 26 Aug 2021 14:47 WIB


Pemerintah akan melakukan hilirisasi, energi hijau, dan digitalisasi UMKM.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan tiga strategi besar ekonomi Indonesia di hadapan para ekonom saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/2). Tiga strategi besar tersebut yakni hilirisasi industri, digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi hijau.

Terkait hilirisasi industri, Jokowi menjelaskan hilirisasi sudah dimulai dengan menghentikan ekspor bahan mentah sejumlah komoditas. Menurutnya, ke depan ekspor bahan mentah lain seperti nikel, bauksit, emas, tembaga, kelapa sawit, hingga turunannya dapat berubah menjadi ekspor barang setengah jadi atau lebih baik lagi apabila bisa menjadi barang jadi.

“Saya kira ekspor kita, ekspor besi baja kita dalam setengah tahun ini saja sudah berada di angka kurang lebih 10,5 miliar dolar AS,” ucap Jokowi.

Strategi besar kedua yakni digitalisasi UMKM. Hingga saat ini sebanyak 15,5 juta UMKM telah masuk ke dalam platform digital dan lokapasar. Jokowi mengatakan, transformasi ini akan terus didorong agar makin banyak UMKM masuk ke dalam platform digital.

“Kita memiliki kurang lebih 60-an juta UMKM yang semuanya akan kita dorong agar masuk ke platform-platform digital, baik yang berada di daerah, nasional, maupun agar bisa juga masuk ke platform-platform global,” lanjutnya.

Jokowi menyebut strategi besar lainnya yaitu berkaitan dengan ekonomi hijau. Pemerintah berencana membangun Green Industrial Park dengan produk keluaran produk hijau dengan pemakaian energi menggunakan energi baru terbarukan, energi hijau.

Ia berharap ke depan produk hijau yang dihasilkan dari ekonomi hijau akan menjadi sebuah kekuatan besar Indonesia.

“Kita tahu semuanya bahwa masa depan produk-produk hijau itu sangat-sangat menjanjikan dan kita memiliki kesempatan yang besar dalam hal ini,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Presiden juga menyinggung mengenai reformasi struktural yaitu adanya Undang-Undang Cipta Kerja yang bertujuan untuk membangun sebuah kecepatan. Pemerintah telah membuat sistem perizinan elektronik Online Single Submission (OSS) guna memberikan kemudahan dan kecepatan dalam hal perizinan bagi UMKM. Menurut dia, melalui OSS ini UMKM bisa membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) di mana saja dengan waktu yang lebih cepat.

“Sehingga usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro kita semuanya bisa menjadi sebuah usaha yang memiliki NIB dan itu akan memudahkan mereka untuk mengakses ke perbankan,” tambahnya.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan mengenai Program Meekar yang merupakan pinjaman bagi usaha mikro dan telah ada sejak tahun 2016. Saat ini, nasabah dari Program Meekar mencapai 10,8 juta nasabah melebihi nasabah Grameen Bank sekitar 6 juta nasabah.

“Ini sebuah lompatan yang sangat cepat sekali yang kita harapkan ini akan memberikan dampak kenaikan tingkat pada usaha-usaha mikro di Tanah Air,” ujarnya.


Sumber :

https://www.republika.co.id/berita/qyfsb7370/jokowi-beberkan-tiga-strategi-besar-ekonomi-ke-ekonom

Wednesday, August 25, 2021

Warga Madagaskar & Bencana Kelaparan

Warga Madagaskar yang Kelaparan Bertahan Hidup Makan Serangga dan Daun Kaktus


Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengatakan Madagaskar menjadi negara pertama di dunia yang berada di ambang wabah kelaparan karena perubahan iklim.

Menurut laporan PBB, puluhan ribu orang sudah menderita pada level "bencana besar" dari kelaparan dan ketahanan pangan karena selama empat tahun negara itu tak pernah hujan.

Kekeringan - yang terburuk selama empat dekade - telah menghancurkan komunitas pertanian yang terisolasi di bagian selatan negara itu, membuat warganya harus mengais-ngais serangga untuk bertahan hidup.

"Ini adalah kondisi seperti-kelaparan, dan itu terjadi karena perubahan iklim, bukan konflik," kata Shelley Thakral dari Program Pangan Dunia PBB, World Food Programme (WFP).

PBB memperkirakan bahwa 30.000 orang saat ini mengalami tingkat kegentingan pangan tertinggi yang diakui secara internasional - level lima - dan ada kekhawatrian jumlah yang terkena dampak akan meningkat tajam seperti saat Madagaskar memasuki "musim paceklik" tradisional sebelum panen.

"Hal ini tak terduga. Orang-orang ini tak melakukan hal-hal yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Mereka tidak membakar bahan bakar fosil... namun mereka menanggung beban perubahan iklim," kata Thakral.

Di desa terpencil, Fandiova, distrik Amboasary, warga menunjukkan belalang-belalang sebagai makanan sehari-hari mereka kepada tim WFP yang berkunjung.

"Saya membersihkan serangga ini sebisa mungkin, tapi sudah hampir tidak ada air," kata Tamaria, ibu empat anak.

"Anak-anak dan saya memakan ini setiap hari sekarang, selama delapan bulan, karena kami sudah tak punya apa-apa lagi untuk dimakan, dan tak ada hujan yang memungkinkan kami memanen dari apa yang telah kami tanam," tambahnya.

"Hari ini kami sudah tak punya apa-apa lagi untuk dimakan, kecuali daun kaktus," kata Bole, ibu tiga anak yang duduk di tanah yang kering.

Dia mengatakan, suaminya baru-baru ini meninggal karena kelaparan. Kondisi yang sama dialami tetangganya, yang meninggalkan dan menyerahkan dua anak untuk diberi makan.

"Saya mau bilang apa lagi? Hidup kami saat ini bergantung dari pencarian daun kaktus, lagi dan lagi, untuk bertahan hidup,” terangnya.


Meningkatkan pengelolaan air

Meskipun Madagaskar memiliki pengalaman kekeringan yang berkepanjangan, dan sering kali dikarenakan perubahan pola cuaca seperti El NiƱo. Para ahli meyakini perubahan iklim bisa terkait langsung dalam krisis yang saat ini terjadi.

"Dengan laporan IPCC terbaru, kami melihat bahwa kekeringan di Madagaskar telah meningkat. Dan itu diperkirakan akan terus meningkat jika perubahan iklim berlanjut,” terang para ahli.

"Dalam banyak cara, hal ini bisa dilihat sebagai alasan yang sangat kuat bagi orang-orang untuk mengubah cara hidupnya," kata Rondro Barimalala, ilmuan Madagaskar yang bekerja di Universitas Cape Town di Afrika Selatan.

Melihat data mengenai atmosfer yang sama di Universitas Santa Barbara di California, direktur Climate Hazards Center, Chris Funk mengkonfirmasi kaitan dengan "pemanasan di atsmosfer", dan mengatakan pihak berwenang Madagaskar perlu bekerja untuk meningkatkan pengelolaan air.

"Kami pikir ada banyak yang bisa dilakukan dalam jangka pendek. Kami sering memperkirakan kapan akan terjadi hujan di atas normal, dan para petani bisa menggunakan informasi ini untuk meningkatkan produksi pertanian mereka. Kita bukan tanpa daya dalam menghadapi perubahan iklim," tambahnya.

Dampak masa paceklik yang saat ini terjadi juga dirasakan di kota-kota lain di selatan Madagaskar, banyak anak-anak terpaksa mengemis di jalanan untuk mendapatkan makanan.

"Harga barang di pasar meningkat - tiga hingga empat kali lipat. Orang-orang menjual lahan mereka untuk mendapatkan uang, dan membeli makanan," tambah Tshina Endor yang bekerja untuk badan amal Seed di Tolanaro.

Rekannya, Lomba Hasoavana, mengatakan ia dan yang lainnya tidur di ladang singkong untuk berusaha melindungi tanaman dari orang-orang yang membutuhkan makanan, tapi hal ini terlalu berbahaya.

"Kami bisa mempertaruhkan hidup. Saya merasa sangat, sangat sulit karena setiap hari saya harus berpikir untuk makan buat diri sendiri dan keluarga saya," ujarnya.

"Segalanya bisa sangat tak terduga mengenai cuaca hari ini. Ini adalah pertanyaan besar yang harus digaris bawahi - apa yang akan terjadi besok?,” tambahnya.


Sumber :

https://news.okezone.com/read/2021/08/26/18/2461308/warga-madagaskar-yang-kelaparan-bertahan-hidup-makan-serangga-dan-daun-kaktus

Tuesday, August 24, 2021

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Utama Investasi

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Utama Investasi, Bahlil Beberkan Alasannya

Selasa, 24 Agustus 2021 - 12:18 WIB


Gagasan green economy (ekonomi hijau) terus digaungkan pemerintah seiring reformasi regulasi di bidang investasi dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sebuah gagasan yang diklaim mampu meningkatkan kesejahteraan dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meyakini Indonesia mampu berkontribusi kepada dunia di sektor energi hijau. Hilirisasi green energi, kata dia, menjadi prioritas utama Kementerian Investasi yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan negara saat ini.

"Karena itu, arah kebijakan negara di Kementerian Investasi di sektor apa saja yang menjadi prioritas sekarang adalah sektor hilirisasi, di mana, terjadi industri-industri yang berbasis pada energi hijau," ujar Bahlil dalam gelaran Indonesia Investment 2021, Selasa (24/8/2021).

Alasan Indonesia menjadikan green energi sebagai fokus utama dalam arah kebijakan investasinya karena sumber daya alam (SDA) di sektor energi yang melimpah, di mana ketersediaan atau cadangan nikel dunia terbesar berada di Indonesia dengan persentase sebanyak 24-25 persen, kemudian kobalt, mangan (nanganese), dan lithium.

Bahlil mencatat, sumber energi tersebut akan dimanfaatkan negara dalam produksi kendaraan mobil listrik berbasis baterai atau Electric Vehicle (EV). Untuk pabrik baterai sel (battery cell) kendaraan listrik mulai dibangun sejak akhir Juli kemarin dan akan mulai beroperasi dan berproduksi pada 2023 mendatang.

Pabrik battery cell tersebut merupakan proyek investasi antara konsorsium asal Korea Selatan LG dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC), di mana pada tahap pertama, kapasitas produksinya akan mencapai 10 giga watt per hour.

"Saya yakinkan bahwa ketika industri baterai dibangun di Indonesia, maka keyakinan saya bahwa akan memberikan nilai tambah dan melahirkan biaya produksi yang sangat efisien," tuturnya.

Alasan lain adalah Indonesia mempunyai potensi energi baru terbarukan (EBT) yang besar. Tercatat, ada 12,000 MW yang berada di Kayan, Kalimantan Utara. Kemudian, 23,000 MW untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Dan sekarang Indonesia lagi membanbung kawasan industri hijau di kawasan Kalimantan Utara dan membangun kawasan Industri yang dekat dengan lokasinya di Jawa Tengah yaitu Batang," paparnya.


Sumber :

https://ekbis.sindonews.com/read/520156/33/ekonomi-hijau-jadi-fokus-utama-investasi-bahlil-beberkan-alasannya-1629778095

Sunday, August 22, 2021

Sampah Plastik Kawasan Mangrove Wonorejo

230 Kilogram Sampah Plastik Dikeluarkan dari Kawasan Mangrove Wonorejo

Minggu, 22 Agustus 2021

Relawan Sungai Nusantara kembali menggelar kegiatan pembebasan sampah plastik di pohon-pohon mangrove yang berada di kawasan pantai timur Surabaya, Minggu (22/8/2021).

Total sebanyak 35 sak setara 230 kilogram sampah plastik berhasil dibawa ke daratan oleh kurang lebih 50 relawan yang turun memunguti sampah yang melilit pohon mangrove.

Selanjutnya sampah diangkut menggunakan perahu untuk diinventarisir jenis merk dan produsennya.

Para relawan ini berasal dari gabungan beberapa komunitas. Antara lain River Warrior, Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Mahasiswa Jurusan Kelautan dan Perikanan Universitas Airlangga, serta Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Islam Negeri Malang.

Kegiatan yang digagas Ecoton ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-76 RI. Prigi Arisandi Direktur Eksekutif Ecoton mengatakan, pihaknya bersama para relawan ingin berkontribusi membersihkan sampah plastik yang dibuang di sungai dan berakhir di Pantai.

Kegiatan Susur sungai hari ini diawali menyusuri sungai dengan perahu kayu dari dermaga PLN Wonorejo menuju muara Kali Wonokromo dengan jarak tempuh selama 30 menit. Untuk menuju lokasi tumpukan plastik, para relawan harus berjalan kaki selama 15 menit hingga mencapai pasir putih Wonorejo.

Selama berjalan kaki hingga lokasi pasir putih, relawan mengaku banyak menemukan sampah dari jenis styrofoam, tas kresek, botol plastik, dan alat tangkap ikan seperti senar, pelampung, dan sandal yang berserakan menutupi akar-akar mangrove.

“Sampah-sampah plastik yang menyangkut ini sulit untuk dipungut dan harus menggunakan pisau dan gancu agar bisa diambil,” ujar Prigi.

Sementara itu Muhammad Khalid Basyaidan Koordinator Program Pembebasan Mangrove dari sampah plastik mengatakan, ada beberapa solusi untuk bisa mengurangi lilitan sampah plastik di pohon mangrove, antara lain kebijakan pemerintah untuk melarang atau membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

“Peran konsumen juga diperlukan dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti mengganti botol plastik dengan botol isi ulang atau tas kresek dengan tas kain,” ujar Khalid.

Lebih lanjut Khalid menyatakan, kegiatan ini akan terus dilakukan pada musim kemarau, agar mangrove bisa terbebas dari lilitan sampah plastik.


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/230-kilogram-sampah-plastik-dikeluarkan-dari-kawasan-mangrove-wonorejo/

Thursday, August 12, 2021

Sulap Sampah Plastik Jadi Lukisan

Demi Lingkungan, Seniman Sukoharjo Sulap Sampah Plastik Jadi Lukisan Menakjubkan

Kamis, 12 Agustus 2021 19:00

Dialah Sigit Purnomo Adi, yang memanfaatkan sampah plastik sebagai media menciptakan karya seninya. Disulapnya sampah plastik kemasan menjadi lukisan abstrak dengan komposisi warna yang menawan. Bukan tinta ataupun cat warna, melainkan sampah kemasan makanan ringan, kertas bungkus nasi, bungkus mie instan hingga korek api. Imajinasi Sigit yang begitu tinggi berhasil membingkai onggokan sampah yang dibenci menjadi seni yang diminati.

Sampah plastik selalu menjadi momok masyarakat, pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Mengingat, butuh waktu 500 hingga 1.000 tahun agar sampah plastik terurai secara alami. Beberapa karya Sigit juga memadukan limbah kain perca dan potongan kertas bekas.

Siapa sangka, lukisan yang tak wajar ini beberapa kali dipamerkan secara virtual. Beberapa negara asing seperti Jepang, Malaysia, Thailand hingga Eropa Timur bahkan suka dengan hasil karyanya. Hasil karyanya dipamerkan di galerinya sendiri bernama Galeri Makmur Art Project. Sigit yang seorang dosen beberapa kali juga turut ditunjuk sebagai kurator yang membawakan pameran seni rupa berskala Internasional.

Kegemarannya akan seni lukis abstrak selalu mengasah otaknya untuk menciptakan ide sekreatif mungkin. Ia juga pernah menggeluti lukisan mosaik dari limbah kertas dan kain. Dituangkannya sampah tersebut pada tubuh gitar listrik yang laku di Bali hingga Amerika.

Pada dasarnya, limbah sampah akan ditempelkan pada bidang media lukis. Sigit menggunakan lem panas agar seluruh permukaan plastik tertempel dengan sempurna. Terkadang sampah plastiklah yang dijadikan media lukisnya. Plastik kemasan mi instan dan makanan ringan disusun menjadi lembaran lebar. Hingga tinta dituangkan ke permukaan plasik. Warna kemasan yang khas berpadu dengan gurat tinta yang ia lukiskan.

Metode kedua ialah menggunakan sampah plastik benar-benar sebagai material penyusun warnanya. Cara ini memang lebih sulit karena sama sekali tidak menggunakan tinta sebagai teknik permainan warna. Keaslian warna kemasan plastik dipertahankan, dipadukan dengan warna plastik lainnya hingga menjadi sebuah tema lukisan.

Media lukisnya juga beragam, mulai dari bingkai, papan kayu, tempayan, hingga tungku arang. Tiap material sampah memiliki perbedaan perlakuan untuk dijadikan sebagai lukisan. Pasalnya, sang seniman harus memilih dan memilah baik itu warna, hingga bentuk sampah yang beragam. Sekali lagi, imajinasi menjadi pendongkrak jiwa kreatifnya.

Pemanfaatan barang bekas sebagai media melukis sudah digeluti Sigit sejak tahun 2011. Berangkat dari keprihatinannya akan pengelolaan sampah yang jauh dari kata sempurna. Daur ulang sampah amatlah penting demi keberlangsungan lingkungan. Sebagai seorang seniman, Sigit merepresentasikan secara langsung pada karyanya. Dengan memperhatikan sampah secara teliti agar keberadaanya tak mengotori lingkungan.

Tak butuh waktu yang lama untuk menciptakan satu buah karya seni lukis dari sampah plastik. Saat ini gaya lukisannya menjadi daya tarik tersendiri. Lebih lanjut Sigit mengemasnya ke dalam bingkaian elegan, yang akan membuat karya dari sampahnya dapat diminati di pasaran.

Galery lukisnya kerap kali dikunjungi sebagai referensi para pecinta seni lukis di Solo Raya. Mulai dari warga, pelajar, dan mahasiswa. Tentu saja dengan harapan agar mengedukasi tentang pengelolaan sampah yang lebih sehat terhadap keberlangsungan kebersihan lingkungan.


Sumber:

https://www.merdeka.com/jateng/demi-lingkungan-seniman-sukoharjo-sulap-sampah-plastik-jadi-lukisan-menakjubkan.html