Pages

Wednesday, January 19, 2022

Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Hari Gerakan Satu Juta Pohon 10 Januari bertujuan untuk mengetahui kelestarian pohon yang berguna bagi kehidupan umat manusia. Hari Gerakan Satu Juta Pohon akan kembali diperingati pada tanggal 10 Januari 2022 oleh masyarakat sedunia. 

Meskipun tidak banyak selebrasi yang digelar untuk memperingati hari tersebut, namun, peringatan tetap bersifat penting sebagai upaya untuk mengetahui kelestarian pohon yang berguna bagi kehidupan umat manusia. 

Sementara itu di negara Indonesia, melansir dari laman National Geographic, pemerintah mulai menerapkan kebijakan soal kelestarian pohon baru melalui Gerakan Satu Miliar Pohon

Mantan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan pada bulan November 2012 pernah mengatakan bahwa penanaman pohon dari Januari hingga Oktober 2012 telah mencapai 732 juta pohon atau sudah memenuhi 70 persen dari target satu miliar batang. 

Langkah penanaman pohon juga sebaiknya diimbangi dengan adanya perawatan, sehingga pohon yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik. Menurut Sri Suci Utami seorang Akademisi dari Fakultas Biologi Universitas Nasional menjelaskan bahwa bukan hanya bentuk penanaman yang penting, tapi juga perawatan pohon yang ditanam juga penting. 

Selain itu, Sri Suci Utami juga menjelaskan bahwa penanaman pohon juga harus mempertimbangkan keanekaragaman pohon, sehingga, pohon-pohon yang ditanamkan tidak hanya berfokus kepada yang bernilai ekonomi seperti pohon jati dan pohon sengon. 


Manfaat Pohon dan Hutan 

Hutan dan Pohon merupakan dua unsur yang diperlukan bagi berlangsungnya kehidupan manusia. Dikutip dari laman Tree Hugger, hutan menutupi hampir sepertiga dari seluruh daratan di Bumi, menyediakan infrastruktur organik penting bagi beberapa koleksi kehidupan yang paling padat dan paling beragam di planet ini. 

Kemudian, hutan juga mendukung spesies yang tak terhitung jumlahnya, termasuk manusia. Adapun beberapa alasan utama pentingnya hutan dan pohon bagi kehidupan manusia sebagai berikut: 

1. Memelihara Tanah dan Menjaga Bumi Tetap Dingin 

Pohon punya cara lain untuk mengalahkan panas dengan menyerap CO2 yang memicu pemanasan global. Tumbuhan selalu membutuhkan sejumlah CO2 untuk fotosintesis, tetapi udara di bumi sekarang begitu pekat dengan emisi ekstra sehingga hutan melawan pemanasan global hanya dengan bernapas. CO2 disimpan dalam kayu, daun dan tanah, seringkali selama berabad-abad. Selain menahan tanah pada tempatnya, hutan juga dapat menggunakan fitoremediasi untuk membersihkan polutan tertentu. Pohon dapat mengeluarkan racun atau menurunkannya menjadi kurang berbahaya. Ini adalah keterampilan yang berguna, membiarkan pohon menyerap luapan limbah, tumpahan pinggir jalan atau limpasan yang terkontaminasi. 

2. Sebagai Penyerap Karbon 

Hutan dapat membersihkan polusi udara dalam skala yang jauh lebih besar, dan bukan hanya CO2. Pohon menyerap berbagai polutan di udara, termasuk karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Di AS, pohon perkotaan diperkirakan dapat menyelamatkan 850 nyawa per tahun dan total biaya perawatan kesehatan sebesar $6,8 miliar hanya dengan menghilangkan polutan dari udara. Pohon juga bisa menjadi penghalang kebisingan alam yang populer. Efek meredam sebagian besar disebabkan oleh gemerisik daun ditambah suara putih hutan lainnya, seperti nyanyian burung dan hanya beberapa pohon yang ditempatkan dengan baik dapat memotong suara latar sebesar 5 hingga 10 desibel, atau sekitar 50% yang didengar oleh telinga manusia. 

3. Menyediakan Makanan Sehat untuk Jutaan Orang dan Spesies Lainnya 

Pohon tidak hanya menghasilkan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dan getah, tetapi juga memungkinkan terjadinya tumpah ruah berbagai makanan di lantai hutan, dari jamur yang dapat dimakan, beri dan kumbang hingga binatang buruan yang lebih besar seperti rusa, kalkun, kelinci, dan ikan. 

4. Saluran Air Alami 

Hutan seperti spons raksasa yang menyerap limpahan air daripada membiarkannya jatuh ke permukaan, tetapi tidak bisa menyerap semuanya. Air yang melewati akar di pohon akan menetes ke akuifer, mengisi kembali persediaan air tanah yang penting untuk minum, sanitasi, dan irigasi di seluruh dunia. 

5. Menampung 80% Keanekaragaman Hayati di Bumi 

Hampir setengah dari spesies yang ada di bumi hidup di hutan, termasuk 80% keanekaragaman hayati di darat. Varietas itu sangat kaya di hutan hujan tropis, tetapi hutan penuh dengan kehidupan di sekitar planet ini. Serangga dan cacing menghasilkan nutrisi ke dalam tanah, lebah dan burung menyebarkan serbuk sari dan biji-bijian, dan spesies seperti serigala dan kucing besar menjaga herbivora yang lapar tetap terkendali. Keanekaragaman hayati adalah masalah besar, baik untuk ekosistem maupun ekonomi manusia, namun semakin terancam di seluruh dunia oleh deforestasi.


Sumber :

https://tirto.id/hari-gerakan-satu-juta-pohon-10-januari-dan-manfaat-menanam-pohon-gndi

No comments:

Post a Comment