Pages

Monday, March 20, 2023

Manfaat Hutan dan Bencana Hidrometeorologi

Manfaat Hutan dan Kaitannya dengan Bencana Hidrometeorologi

Selasa, 21 Maret 2023 | 04:40 WIB

Hutan merupakan aspek penting bagi keberlangsungan manusia di muka bumi. Di Indonesia sendiri, kehadiran hutan menjadi sangat penting bagi kehidupan dan bagi keberlanjutan pembangunan nasional, sehingga harus dilestarikan dan tutupannya harus cukup.

Dalam memperingati Hari Hutan Internasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (21/3/2023) Agus Setyarso, Deputy Director, Pusat Sains Kelapa Sawit Instiper Yogyakarta, bersama Chay Asdak, Guru Besar Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Universitas Padjadjaran memaparkan hasil kajian terkait kehutanan dan bencana hidrometeorologi.


Hutan Mangrove Jadi Andalan Wisata Desa Budo

Hutan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, sehingga pemanfaatan dan pengelolaannya harus tetap mempertimbangkan beragam aspek demi keseimbangan dan pelestarian ekosistem.

“Jika pertumbuhan hutan mampu terus menerus menyediakan manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial, maka berkelanjutan didefinisikan tentang manfaat yang diambil mampu untuk menyelenggarakan dan membiayai pembangunan pada periode berikutnya,” ungkap Agus Setyarso, Deputy Director, Pusat Sains Kelapa Sawit Instiper Yogyakarta di Jakarta Senin (20/3/2023) kemarin.

Dijelaskan lebih lanjut, keberlanjutan dan kelestarian hutan hanya dapat terwujud melalui pemenuhan dua syarat yaitu tatakelola (governance), dan pengelolaan (management) yang baik.

"Manajemen hutan yang baik memerlukan kecukupan kinerja tatakelola kehutanan yang baik,” sambung Agus.

Langkah mengawali capaian tujuan pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari beberapa langkah tatakelola kehutanan yaitu tata-kebijakan, tata-instrumentasi pelaksanaan kebijakan, tata-pengaturan sumberdaya yang berkenaan dengan kepentingan publik dan barang publik, tata-peran para pihak, maupun tata-distribusi manfaat privat, yang diperankan oleh pemerintah, pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat dalam arti luas termasuk masyarakat internasional.

Kelestarian dan keberlanjutan kehutanan terwujud ketika tatakelola dan manajemen terhantar (delivered) ke tingkat tapak. Namun, melihat bencana hidrometeorologi adalah fokus berikutnya. Bencana ini disebabkan oleh ragam parameter meteorologi, diantaranya suhu, tekanan, curah hujan, angin, kelembapan, dan lain-lain. Kejadian bencana hidrometeorologi antara lain banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan badai, dan tanah longsor.

“Kecenderungan naiknya tinggi muka air laut seperti banjir rob di Indonesia yang disebabkan oleh perubahan iklim dapat dimitigasi dengan mempertahankan serta membangun hutan bakau, juga dengan melalui intervensi mitigatif infrastruktur fisik yang struktural seperti melalui drainase dan reklamasi,” ungkap Chay Asdak, Guru Besar Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Universitas Padjadjaran.


Indonesia, Brasil, dan DR Kongo Jalin Kerja Sama Hutan Tropis

Selanjutnya, terkait rekomendasi pendekatan ekosistem bisa dilakukan melalui infrastruktur alami yang diwujudkan melalui yang pertama mekanisme insentif dan disinsentif. Mekanisme insentif atau bantuan teknis kepada pemilik tanah untuk mengelola secara ramah lingkungan. Berikutnya, mekanisme imbal jasa lingkungan. Mekanisme insentif dan imbal jasa lingkungan menjadi efficient tools dan pendekatan efektif untuk mengamankan infrastruktur alam.


Sumber :

https://www.beritasatu.com/nasional/1033740/manfaat-hutan-dan-kaitannya-dengan-bencana-hidrometeorologi

No comments:

Post a Comment